Tuesday , August 14 2018
Home / Artikel / Angin Segar itu, Berhembus ke PKS

Angin Segar itu, Berhembus ke PKS

Oleh : Sondong Makerti 
Sungguh menarik jika kita menyimak huru-hara politik belakangan ini. Sikut menyikut di kalangan elite parpol terlihat sangat mencolok di tahun politik ini. Tak usahlah saya mengingatkan pembaca sekalian akan peristiwa-peristiwa tersebut. Saya yakin, para kompasianer pasti sudah mencermati perkembangannya.
Salah satu isu yang ramai diperbincangkan di jagad politik, termasuk di negeri kompasiana ini, adalah isu terkait dengan PKS. Apapun isu terkait PKS yang dilontarkan, pasti akan mendapat reaksi yang beragam dari kompasianer sekalian. 

Puja puji dan caci maki pun membahana sahut menyahut jika sudah berbicara mengenai partai yang satu ini. Apalagi, jika dicermati lebih lanjut, akhir-akhir ini dunia politik kompasiana dibombardir dengan tulisan-tulisan para “kader” PKS yang sepertinya sengaja dilancarkan untuk memenangkan opini di dunia maya. 

Tanpa bisa dielakkan lagi, beberapa diantara kita sudah kehilangan objektivitasnya dalam menilai sepak terjang partai “dakwah” ini. Ada yang membabi buta dalam menghujat, ada pula yang taklid buta dalam membela.

Sejalan dengan ulasan menarik seorang kompasianer di
http://politik.kompasiana.com/2013/03/16/strategi-menggandakan-suara-pks-berhasilkah–537653.html, kini, angin segar politik itu sepertinya memang sedang berhembus sepoi-sepoi ke PKS. Pandangan saya ini tidak terlepas dari hasil di dua Pilkada terakhir, yaitu Pilkada Jabar dan Sumut. 

Akan tetapi, pandangan saya tersebut tidak didasarkan pada kemenangan dari pasangan yang diusung oleh PKS. Saya justru melihat dari banyaknya angka golput di kedua Pilkada tersebut, yang saya yakin para pembaca yang budiman pasti sudah mahfum.

Menurut saya, tingginya angka golput tersebut adalah akibat “rakyat kecil” yang sudah mulai apatis sama proses politik di negeri kita dan mereka juga sudah mulai bosan dengan polah para pimpinan dan “wakil rakyat” di negeri ini. Kisaran angka 30% di Jabar dan 60% di Sumut mungkin sebagai cerminan akan apatisme dan kebosanan “rakyat kecil” tersebut. 

Trend angka golput ini pun, menurut “penerawangan” saya, akan berlanjut di daerah yang lain, di mana para golput ini kebanyakan adalah para pemilih mengambang yang bukan merupakan kader atau simpatisan dari parpol.

Dengan adanya trend golput tersebut, partai politik yang didukung oleh basis masa yang militan dan taklid akan memperoleh keuntungan. Betapa tidak, parpol dengan cirikhas kader non militan yang tadinya memperoleh sumbangan suara dari para pemilih mengambang tersebut, akan kehilangan sebagian perolehan suaranya. 

Sementara itu, partai dengan kader militan dan solid justru akan semakin memantapkan perolehan suaranya karena kader dan simpatisannya bukanlah menjadi bagian dari golput tersebut. Satu-satunya partai dengan cirikhas kader yang militan, solid, dan taklid hanyalah PKS. Maka dengan alasan tersebut, saya berpandangan bahwa PKS kini mulai merasakan sejuknya angin politik itu.

Saya tidak mengatakan bahwa di Pemilu 2014 nanti PKS bakal berjaya, tetapi jika trend golput ini berlanjut, bukan tidak mungkin di pemilu 2019 PKS bakal menikmati manisnya buah golput.
Akankah ini terjadi?
“Politik itu Korup”

*http://politik.kompasiana.com/2013/03/17/angin-segar-itu-berhembus-ke-pks-542997.html




About pkskabbogor

Check Also

Ibnu Qayyim , Berpolitik Gaya Imam Syafii

pksbogor.id — Ibnu Qayyim Al-Jauziyah cukup panjang membahas apakah politik bertentangan dengan syariat ? Pembahasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *