Tuesday , August 14 2018
Home / Artikel / Anis Matta Bicara Indonesia Menangis

Anis Matta Bicara Indonesia Menangis


Oleh : Idrus Dama
Orasi pertama kali Anis Matta saat terpilih sebagai presiden partai Keadilan sejahterah benar-benar mengetuk hati nurani. Bukan hanya dikalangan kader PKS itu saja, pidato itu ternyata mengetuk nurani rakyat Indonesia untuk bisa menilai perjuangan PKS. Mungkin ini jarang bahkan hampir tidak ditemukan di partai-partai politik lainnya. 
Keheningan pun hadir saat pidato itu berlangsung. Orasi yang diungkapkan dengan bahasa hati sehingga benar-benar meresap di jiwa siapa saja yang mendengarnya. Bahkan kader dari Gorontalo yang sempat menyaksikan orasi itu secara live di TVone tak sanggup menahan air mata. Mungkin juga ini pun dirasakan oleh kader PKS di seluruh Indonesia.
Saya yakin dan percaya, seluruh kader PKS se-Indonesia merasakan aura ketulusan Anis Matta saat itu. Benar kiranya perkataan orang bijak “ Perkataan yang disampaikan dengan bahasa hati hanya akan dimengerti oleh hati”. Cukup sederhana memang, tapi itulah Anis Matta dalam perpekstif saya. Informasi yang saya himpun dari berbagai media,pasca pidato itu, lawan politik yang tadinya fanatik akhirnya goyah dan meikrarkan diri untuk bergabung. Salah satu wartwan senior tribun juga meneteskan air mata.
Hal lainnya juga terjadi pada tokoh masyarakat Majene yang notabene adalah seorangPNS dan juga seorang dosen UNM mendeklarasikan diri untuk bergabung bersama PKS. Setelah bergabung, 8 unit motor, 1 mobil, serta rumah dipinjamkan untuk untuk PKS secara Cuma-Cuma.
Hal ini bisa dijadikan repesentatif bahwa ternyata Indonesia menangis saat pidato itu tersiar. Kesediahan rakyat Indonesia itu dibuktikan atas kemengan PKS di Jawa Jawa Barat,di Sumatra Utara dan daerah lainnya yang diusung oleh PKS. Andai rakyat Indonesia tidak merasakan orasi Anis Matta, apakah mungkin Jawa Barat bisa ditaklukan oleh PKS, apakah  mungkin Sumatra Utara  bisa dalam genggaman da’wah PKS? Tentu orang akan menilai PKS sama saja dengan partai lainnya. 
Pesan cinta, taubatan Nasional,dan persaudaraan memang tersampaikan di saat itu. Maka wajar kekuatan kata-kata Anis Matta adalah Spirit baru yang dianughrakan Allah melalui lisan Anis Matta.
Fakta setelah orasi itu juga bukan hanya mengetuk hati orang muslim di Indonesia, tetapi banyak juga yang non muslim ikut bergabung dengan PKS. Seperti data yang di publish oleh dakwatuna,  di Maluku tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.
Itulah secuil tangisan rakyat Indonesia saat PKS dihantam dengan isu yang sengaja digenjacarkan untuk meluluhlantahkan singgasana PKS di negeri ini. Saya pun yakin, jika PKS selalu di “hajar” oleh lawan politik, maka rasa perih dan kesedihan rakyat Indonesia akan lebih besar. Jadi kunci dari semua ini adalah “ jangan melukai PKS jika tidak ingin Indonesia Menangis”.

About pkskabbogor

Check Also

Ibnu Qayyim , Berpolitik Gaya Imam Syafii

pksbogor.id — Ibnu Qayyim Al-Jauziyah cukup panjang membahas apakah politik bertentangan dengan syariat ? Pembahasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *