Home / Artikel / Inikah Ramadhan Terakhir Bagi Kita ? | by Cici Anggara (@AktivisTarbiyah)

Inikah Ramadhan Terakhir Bagi Kita ? | by Cici Anggara (@AktivisTarbiyah)

INIKAH RAMADHAN TERAKHIR BAGI KITA ?
Optimalisasi Ramadhan Sebagai Sarana Tazawwud RUHI”
Oleh : Cici Anggara
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ” (Al-Baqarah: 183)
Subhanaka….maha suci engkau …dengan kasih sayang-Mu. Engkau hadirkan Ramadhan ke tengah hamba-Mu yang sedang terhimpit dan tertindih berbagai beban dosa dan maksiat. Shalawat serta salam semoga senantiasa sampai kepada junjungan mulia umat islam Rasulallah SAW, sosok yang selalu merindukan datangnya bulan Ramadhan yang selalu menghidupkan malam dengan taqarrab ilallah. Dalam hitungan hari bulan yang agung itu akan akan datang di tengah-tengah kita semua. Tamu agung ini harus kita sambut dengan penuh persiapan, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sehingga bulan ramadhan tidak terlewat begitu saja tanpa bekas, terlebih bagi seoarang aktivis da’wah.
Ikhwan wa akhwat sekalian
Ayat pembuka yang disebutkan diatas tentu kita semua sering mendengar bahkan menghafalnya. Melalui ayat tersebut Allah memberikan pesan langsung kepada para calon sarjana ramadhan bahwa ada visi besar yang harus di cita-citakan, kata-kata la ‘alla (pasti) mengisyaratkan kepada kita bahwa kita akan di hantarkan menjadi orang-orang yang bertaqwa, dan inilah cita-cita besar itu. Untuk itu mengoptimalkan ‘amaly di bulan ramadhan adalah suatu keharusan apalagi bagi seorang aktivis dakwah.
Ikhwan wa akhwat sekalian
Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan Ramadhan bulan yang paling mulia dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, sehingga disebut saiyidusy-syuhur (penghulu semua bulan). Karena keistimewaan inilah Allah mewajibkan shaum kepada kaum muslimin. Bagi kita sebagai aktivis dakwah harus menjadikan ramadhan sebagai syahrut tawawwud ruhi (bulan pembekalan ruhiah/mentalitas spiritual). Rasulallah bersabda “Telah datang kepadamu bulan ramdhan, bulan yang di berkahi, pada bulan ini seluruh pintu surga di buka, seluruh pintu neraka di kunci, syetan-syetan di belenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikan maka ia telah terhalang dari kebaikan Allah dan Allah membebaskan hamba-hambanya dari neraka pada setiap bulan ramdhan” (HR. An-Nasa’I, Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad shahih)
Ikhwan wa akhwat sekalian
Ada beberapa bekal Ruhi bagi seorang aktivis dakwah  yang harus kita persiapkan :
1.   At-tazawwud bis-shaum (membekali diri dengan puasa)
Ibadah puasa bermuatan ruhi yang sangat tinggi, dengan puasa ke ikhlasan terpelihara, kesabaran tertempa dan hawa nafsu syahwat terkendalikan. Shaum ramadhan adalah proses tarbiyah yang secara langsung dari Allah “ puasa untuk-KU dan Aku yang membalasnya (tidak ada yang mengetahui jumlah pahala dan kelipatannya kecuali Allah” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesabaran sangat dibutuhkan bagi aktivis dakwah dalam menjalankan amanah-amanah dakwah. Tugas dakwah sangatlah banyak dan tak akan pernah berhenti. Saat ini pun kita tengah sibuk dengan agenda-agenda persiapan pemilu terlepas ujian dan cobaan yang kini sedang berdatangan, tentu banyak onak dan duri dalam perjalananya, sehingga mari kita jadikan momentum ramadhan ini sebagai bulan tarbiyah kesabaran bagi kita.
2.  At-tazawwud bil qiyam (membekali diri dengan menghidupkan malam ramadhan dengan ibadah)
Qiyamullailadalah shalat sunnah yang afdhalsetelah shalat fardhu. Kita harus benar-benar memanfaatkan malam-malam di bulan ramdhan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah tarawih, tahajjud, witir, tadarus Al-qur’an dll. Sangat na’if  jika ada aktivis dakwah pada bulan ramadhan qiyamullailnya bolong-bolong. Jangan sampai dengan alasan rapat formal, syuro-syuro antum dan aktivitas lainnya menyebabkan kita tidak ke masjid untuk tidak tarawih berjamaah. Mari kita hidupkan malam-malam ramdhan dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
3.   At-tazawwud bil-qur’an (membekali diri dengan Al-qur’an)
Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-qur’an, sehingga suatu keharusan bagi kita untuk meningkatkan interaksi kita dengan Al-qur’an dengan membacanya, dan men-tadaburinya.Kita harus mempunyai target berapa kali kita harus khatam, satu kali, dua kali, tiga kali atau lebih. Alangkah memalukan jika kader dakwah di bulan ramdhan tidak mengkhatamkan Al-qur’an walaupun hanya satu kali, seperti ada pepatah sindiran mengatakan “jika bulan ramadhan saja tidak khatam Al-qur’an maka akan sulit untuk mengkhatamkannya di bulan lain”. Oleh karena itu mari kita jadikan salah satu program kita di bulan ramadhan untuk khatam membaca dan mengkaji isi Al-qur’an.
4.  At-tazawwud binnawafil (membekali diri dengan ibadah-ibadah sunnah)
Ibadah sunnah di bulan ramadhan nilainya sama dengan ibadah wajib. Kita harus menyambut baik anugerah ini dengan penuh semagat. Mungkin di hari-hari sebelumnya kita kurag memperhtikan amalan-amalan sunnah, seperti shalat rawatib, shalat dhuha, shalat hajat, istigharahdan shalat sunnah lainnya. mari kita jadikan ramadhan kali sebagai sarana membiasakan menghidupkan amalan sunnah yang kemudian kita akan merasa terbiasa setelah keluardari bulan tarbiayh ini.
5.   At-tazawwud bi-taubah wal istighfar (membekali diri dengan taubat dan istighfar)
Da’I adalah manusia biasa dan jama’ah kitapun adalah jama’ah manusia tentu kta semua tak lepas dari dosa dan maksiat. Orang yang baik adalah orang yang ketika melakukan dosa segera bertaubat. Ikhwah sekalian..mari kita sejenak bermuhasabah,  mungkin saja agenda-agenda dakwah kita saat ini belum mendatangkan ke-rhidoan Allah hanya karena kemaksiatan yang kita lakukan. Allah belum mengizinkan kemenangan dakwah lantaran kemaksiatan du’atnya yang terus mengalir. Seberapa sering kita melalaikan shalat subuh berjamaah di masjid, kita tidak menghiraukan panggilan Allah ketika adzan berkumandang, ketidak taatan kita kepada qiyadah, seberapa sering kita tidak hadir syuro tanpa ada konfirmasi karena malas, seberapa sering juga kita alfa dari agenda-agenda dakwah sedangkan saudara kita yang lain bergegas memenuhi penggilan-panggilan itu sedang kita asik dengan agenda pribadi kita, seberapa seringkah kita menampilkan su’udzon kita kepada sesama aktivis dakwah dan masih banyak lagi kemaksiatan yang kita lakukan. Oleh karena itu wahai ikhwah…mari kita jadikan momentum ramdhan ini sebagai bulan ampunan dan perubahan bagi diri kita dan jama’ah.
6.   At-tazawwud bil ad’iyah wal adzkar (membekali diri dengan do’a dan dzikir)
Do’a adalah senjataa bagi orang mukmin. Berjuang tidak cukup dengan strategi yang baik, fisik yang kuat, akal yang cedas, dana dan sarana yang cukup tetapi ada faktor pertolongan Allah melaui do’a-do’a kita. Meperbanyak dzikir terutama ma’tsurat pagi dan petang , upayakan setiap lafazh yang keluar dari mulut kita bernilai dzikir.
7.   At-tazawwud bil I’tikaf (membekali diri dengan I’tikaf)
Sepuluh hari terakhir mari kita jadikan sarana untuk mendapatklam malam lailaut qadr dengan I’tikaf di masjid terdekat. Kita khususkan sepuluh hari terakhir ini untuk beribadah Full kepada Allah. Semua agenda-agenda formal, syuro-syuro di tiadakan, kita upayakan untuk bermunajat kepad Allah.
Ikhwan wa akhwat sekalian
Para aktivis dakwah yang di cintai Allah! Sudahkah poin-poin diatas menjadi program ramadhan kita?.kita harus menfaatkan untuk peningkatan taqwaa kita kepada Allah, jadikan ramadhan kali ini sebagai sarana pembekalan ruhi, fikri dan haraki. Alangkah ruginya ketika kita diberikan kesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi kita tidak memanfaatkannya “ celaka dan rugi besar bagi orang yang diberi kesempatan hidup pada bulan ramadhan, dan ramadhan berlalu sementara dosa-dosanya belum terampuni”(HR. Bukhari dalam kitab adabul mufrad dengan sanad hasan)
Ikhwan wa akhwat sekalian
selamat menunaikan ibadah shaum, selamat meraih rahmat Allah, Ampunan Allah, selamat berjuang untuk menggapai lailatul qadr, selamat kembali kepada fitrah dan selamat meraih kemenangan dunia dan akherat. Dalam momentum yang baik ini pula mari kita sama-sama saling memaafkan jika dalam interaksi antara kita selama ini baik secara pribadi maupun berjamaah masih banyak hak-hak antum semua belum tertunaikan. Semoga Allah menjadikan pribadi kita yang di hantarkan Allah pada sebuah ke-Taqwaan.
Wallahu’alam bishawab

“Dan bersegeralah kalian pada ampunan Allah, yang syurganya luas, seluas langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa”

About pkskabbogor

Check Also

PKS Ajak Pelajar Nongkrong Politik

pksbogor.id, Cibinong — Kegiatan Nongkrong Politik yang digagas DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cibinong …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *