Home / Artikel / SEKITAR 2000 LULUSAN SMA/SMK/MA PARUNG TERANCAM MENGANGGUR.

SEKITAR 2000 LULUSAN SMA/SMK/MA PARUNG TERANCAM MENGANGGUR.

Pengangguran masih menjadi salah satu masalah yang paling krusial di Negara Berkembang terutama Indonesia. Masalah pengangguran sering dikaitkan dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu negara. Pengangguran terjadi karna adanya ketidaksesuaian antara penawaran tenaga kerja terhadap kebutuhan tenaga kerja maupuan permintaan tenaga kerja baik di sektor formal maupun informal. Bulan April 2018 ini merupaka bulan kegembiraan bagi para Orang tua yg anaknya duduk di Kelas XII SMA sederajat, Karna Setahap lagi pendidikan anaknya di tingkat Menengah Atas akan selesai. Akan tetapi disisi lain Para siswa sedang mengalami kehawatiran dan kegalauan akan pelaksnaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang secara Nasional serentak Tahun ini..

Menurut Penulis Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanyalah salah satu tahap kecil yang mesti dilalui ribuan siswa dan siswi SMA senin depan. Persoalan lain yang tak kalah beratnya adalah: kemana mereka setelah lulus?

Penulis melihat tingginya jumlah lulusan SMA sedrajat di Kecamatan Parung apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan Lapangan pekerjaan ini akan menjadi masalah baru yg sangat serius. Jika kita hitung secara kasar (tanpa observasi langsung) Tahun 2018 ini Dari 1 SMAN dan 4 SMA/MA Serta ada sekitar 7 SMK yang ada dikecamatan Parung tahun ini akan meluluskan sekitar 3000 Siswa. Belum lagi ada sekitar 1500 Siswa yg berdomisili di parung yg sekolah di sekitar Kota Bogor, Depok dan Tangsel serta Sekolah sekitar Kecamatan yg berdekatan dg kecamatan parung. Dari 4500 Siswa lulusan tersebut adalah merupakan Angkatan Kerja. Jika ada 2000 siswa saja yg terserap di Dunia Usaha dan Dunia kerja dan jika ada sekitar 500 siswa memutuskan untuk menikah muda, maka Masih ada 2000 siswa yg terancam menganggur.

Hal ini harus di sikapi oleh semua pihak, Baik pemerintah, Swasta dan semua orang yg berkepentingan didalamnya. Penulis melihat dalam menyikapi hal ini kita harus berfikir lebih luas lagi. karna hal ini merupakan permasalahan tahunan dan bukan tidak mungkin ketidakseimbangan terjadi akan lebih besar ditahun yg akan datang. Tentunya solusinya bukan hanya menciptakan kebijakan membuka seluas2nya wirausaha, Akan tetapi Bisa membangun lembaga pendidikan Tinggi pasca SMA Sederajat oleh pemerintah Daerah atua bisa juga berupaya menggandeng investor untuk membangun Universitas di Parung. Walaupun urusan universitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi jika ditanganin secara serius ini bisa menjadi sebuah peluang bisnis.
Tanpa kita sadari karna ketidaktersediaanya Kampus diparung. kurang lebih 1000 lebih Siswa yg lulus SMA Sederajat yg berdomisili di Parung Melanjutkan pendidikan tinggi ke UNPAM, BSI, AMIK dll. Atau Sekolah Tinggi yg ada di luar kexamatan Parung. Padahal jika di Parung bisa dibangun Misal UNPAR (Universitas Parung) atau apalah namanya, ini menjadi peluang bisnis pendidikan tersendiri. Karna paktor kedekatan tempat, biaya, dan prospek masa depan dengan pendidikan sarjana akan lebih mudah mendapat pekerjaan di kemudian hari. maka 2000 siswa yg terancam mengangur tadi paling tidak bisa melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi lagi sehingga pada akhirnya mereka memiliki Daya Tawar dan Jual yg tinggi, Sehingga masalah pengangguran sedikit teratasi.

Demikian Coretan singkat dihari libur dan pagi yg sejuk ini, sambil ditemani secangkir Susu Kambing Etawa (Herbal) Penulis berfikir dan melihat SDM yg ada diparung cukup mumpuni untuk merealisasikan mimpi diatas jika Aset ini dikapitalisasi maka akan menjadi kekuatan yg sangat besar, maka kita bisa mengatasi permasalahan kewilayahan dengan mandiri tanpa ketergantungan secara penuh dg pemerintah dan pihak lain…

Parung, 1 April 2018
(Guru SMK/MA YAPIA Parung)

ATMA, SE. MM

About saeful pks

Check Also

Persiapkan Diri Menyambut Hari-hari Allah

pksbogor.id, Ciampea — Ramadhan yang akan menunggu hitungan hari perlu dipersiapkan dengan baik. Hari-hari di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *