Home / Berita / Sikap Resmi PKS Menyikapi Ujian yang Menimpanya

Sikap Resmi PKS Menyikapi Ujian yang Menimpanya

Jakarta. Ketika sebuah pohon tumbuh semakin tinggi, tentulah angin yang menerpanya semakin kencang. Kekuatan akar yang tumbuh sebagai buah dari kesabaran dalam merawatnya menjadi  kekuatan yang mampu menahan terpaan panas, hujan dan badai.
Demikian pula yang dihadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kali ini, terpaan badai ujian dan cobaan serasa demikian kuat mengombang-ambingkan pucuk dan dahan, bahkan terasa hingga menusuk ke akar. Pertanyaan datang bertubi-tubi, hinaan menerpa silih berganti, bahkan kasus hukum dan politik telah merambah keranah gosip dan ghibah. Harta, tahta dan wanita jadi senjata guna memutarbalikkan fakta. Asas praduga tak bersalah jadi barang langka, demi untuk memuaskan dahaga para pendusta.
Namun dibalik itu semua, PKS sangat menyadari betapa besar harapan masyarakat terhadap perubahan kearah yang lebih baik. Oleh karena itu PKS berusaha untuk menyikapi ini semua secara arif dan bijaksana.
Kepala Bidang Humas PKS, Mardani Alisera menjelaskan sikap PKS. “PKS tetap berusaha selalu menjadi partai yang lebih baik. Karena itu PKS membuka diri atas masukan, kritik, dan saran dari semua. PKS yakin itu bagian dari rasa cinta dan perhatian,” ujarnya.
“Untuk kasus dana yang mengalir dari AF monggo diusut dan dibuka di pengadilan. PKS mengapresiasi PPATK yang sangat diperlukan bagi terwujudnya transparansi yang jadi dasar Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” jelasnya sambil menegaskan bahwa kasus Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq adalah persoalan pribadi yang tak ada kaitannya dengan PKS.
“Untuk kasus Darin, kami berpendapat, monggo dibuktikan, diusut dan diselidiki. Jika terbukti benar terjadi pernikahan, ini sangat tidak biasa dalam rumah tangga kader PKS,” lanjutnya lagi.
Mardani juga menjelaskan tentang pernikahan yang dilakukan oleh kader PKS. Kader PKS telah punya standard yang jelas dalam mencari jodoh, yaitu sholih/ah. Dan lebih dipilih lagi yang sama-sama aktivis dalam dakwah.
“Selalunya pernikahan kami lakukan di antara ikhwan dan akhwat yang satu perjuangan. Karena itu, sekali lagi jika itu benar terjadi maka kami tidak memahami landasan terjadinya pernikahan itu. Doa kami, berita itu tidak benar.”
Pada akhirnya, setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Jikapun benar, maka tiap orang mesti bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya,” pungkasnya. (sbb/dtk)



:: http://www.dakwatuna.com

About pkskabbogor

Check Also

Ibu yang Sehat Lahirkan Generasi Sholeh dan Amanah

pksbogor.id, Leuwisadeng — Bakti Sosial ‘Peduli Kesehatan Perempuan’ yang dilaksanakan oleh DPD PKS Kabupaten Bogor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *