Home / Artikel / Bagaimana Bacaan Shalat Gerhana Matahari ??
gerhana2-1

Bagaimana Bacaan Shalat Gerhana Matahari ??

Terkait banyaknya pertanyaan seputar Shalat Gerhana Matahari Total apakah bacaannya dilakukan secara Jahriyah (dikeraskan) atau Sirriyah (tidak dikeraskan spt shalat zhuhur dll)? Maka, berikut ini penjelasan singkat masalah ini, semoga bermanfaat:

Bahwasanya masalah ini ada perbedaan pendapat di antara para ulama, tapi sebagian ulama menTarjih (menguatkan) pendapat; bacaannya jahriyah, berdasarkan hadits shahih dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم كسوف الشمس .. وجهر بالقراءة فيها

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat gerhana matahari bersama dengan kami dan beliau mengeraskan bacaan di dalamnya” (HR Bukhari no 1066 dan Muslim no 901) Versi lain dengan lafazh,

جهر النبي صلى الله عليه وسلم في صلاة الخسوف بقرائته

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaannya dalam shalat Khusuf (ulama mengatakan, khusuf di sini mencakup gerhana matahari dan bulan)”. Dan tampaknya untuk mengagungkan syiar syariat ini di zaman sekarang, apalagi di saat melihat pemberitaan dan peliputan yang masif terhadap peristiwa gerhana matahari total yang dianggap unik ini, sekarang ini, sehingga banyak yang tidak ingin ketinggalan melihat peristiwa langka ini, maka tampaknya akan lebih maslahat jika dilakukan pelaksanaan shalat gerhana matahari nanti secara jahriyah. Mudah-mudahn hal ini termasuk dalam firman Allah subhanahu wa ta’la,

ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب

“Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati” (QS Al Hajj /22: 32).

Tapi, tentu saja dengan tetap menghormati pendapat lain yang menguatkan sirriyah dan ingin melaksanakan shalat gerhana matahari nanti secara sirriyah. Bagaimana pun juga, kesatuan dan persatuan umat harus lebih diutamakan. Maka, hal terpenting lagi adalah mengajak seluruh kaum muslimin menunaikan ibadah ini, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi pembuka hadirnya keberkahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita serta dapat menjadi sarana pencegah bencana dan malapetaka bagi negeri yang kita cintai; Indonesia. Semoga Allah meridhoi kita semua.. Amin ..

Akhukum fillah:
Ahmad Kusyairi Suhail
(Sekjen Ikatan Dai Indonesia/KADI)

About pkskabbogor

Check Also

kembara-2016-kisah

Menikmati Kemah Bakti Nusantara (Sebuah Kisah)

Membincang kegiatan berkemah memang tidak kenal usia. Sewaktu kecil maupun kini usia beranjak senja tetap …

One comment

  1. assalamu'alaikum, ustadz.. jzakalllah khoir.. atas tulisan.. afwan, ana masih bingung mengenai kutipan ini diakhir penutup tulisanpendapat lain yang menguatkan sirriyah dan ingin melaksanakan shalat gerhana matahari nanti secara sirriyah.

    sumber pendapat pembacaan secara sirriyah dr mana ya tadz?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *