Home / Artikel / Abdul Habib Hasan : Keutamaan Ramadhan
abdul-hasan

Abdul Habib Hasan : Keutamaan Ramadhan

Dalam menyambut bulan Ramadhan, PKS Kecamatan Cilengsi mengadakan Tarhib Ramadhan pada Ahad (29/5). Acara ini di isi taujih oleh KH.ABDUL HASIB HASAN, Lc. Taujihnya menekankan kepada keutamaan bulan Ramadhan. Berikut isi dari taujih tersebut.

 

1.     Keutamaan Ramadhan

a.    Bulan satu-satunya yang disebut dalam Al-Qur`an, walaupun secara umum 12 bulan disebut dalam Al-Qur`an dan bulan-bulan yang diharamkan untuk perperang juga disebutkan, namun yang disebutkan secara eksplisit hanya Bulan Ramadhan.  (شهر رمضان الذى أنزل فيه القرآن)
b.    Bulan diturunkan di dalamnya Al-Qur`an untuk memuliakan manusia
c.    Bulan dengan program khusus:
i.    Temanya khusus; tarbiyah romadhoniyah, (التربية الرمضانية)
ii.    pesertanya khusus; orang-orang yang beriman, (ياأيها الذين آمنوا)
iii.    waktunya khusus; hanya bulan Ramadhan, (شهر رمضان)
iv.    agendanya khusus; diwajibkan berpuasa, (كتب عليكم الصيام)
v.    targetnya khusus; agar bertaqwa, (لعلكم تتقون)
vi.    yang memantau dan member hadiah juga khusus; Alloh Swt, (الصوم لى وأنا أجزى به)

2.    NamaLain Bulan Ramadhan

a.    Syahrusshiyam        (bulan untuk berpuasa) (شهر الصيام)
b.    Syahrul qiyam         (bulan untuk mendirikan shalat malam)     (شهر القيام)
c.    Syahrul hashod        (bulan untuk memanen pahala)     (شهر الحصاد)
d.    Syahrut-tanafus     (bulan untuk berlomba untuk berbuat baik) (شهر التنافس)
e.    Syahrul Qur`an        (bulan untuk diturunkan Al-Qur`an) (شهر القرآن)

3.    Persiapan Menjelang Ramadhan

a.    Mengetahui ilmu tentang Ramadhan/shoum; Jangan sampai Tarawih yang sunnah dikejar shalat wajib terlewat. Padahal taqorrub seorang hamba yang sangat disukai Alloh adalah dengan melakukan hal-hal yang di wajibkan. (… إلا مما افترضته)
b.    Mengetahui keutamaan Ramadhan; menjalankan syariat bukan mengikuti apa yang berjalan di masyarakat. Menambah wawasan dengan membaca buku-buku Fiqih Shiyam, seperti karangan Dr. Yusuf Al-Qorodhowi, Musthofa As-Siba’i, atau dari IKADI.
i.    Bagaimana  agar orang yang tidak suka taraweh menjadi suka taraweh? Mengundang imam yang hafizh dan bagus suaranya selama 1 bulan. Sehingga saat tarawih di mesjid orang shaf jamaahnya semakin maju ke depan, namun di mesjid kita semakin mundur ke belakang. Memperbaiki faslilitas (WC, AC, Karpet wangi, konsumsi).
c.    Persiapan hati; kejernihan hati akan membuat PEKA, kekotoran hati menyebabkan PEKAK. Dijorogin saja tidak dengar, ndableg
d.    Persiapan dana; ambil sebagian tabungan dan investasikan untuk kebaikan di bulan Ramadhan.
e.    Sentivitas yang tinggi;
i.    Punya pakaian baru, keluarin pakaian lama, jangan jadi sarang kecoa
ii.    Bikin makanan senampan, kirim ke musholla, bikin makanan untuk tetangga.
iii.    Rebut kebaikan-kebaikan yang selama ini dilakukan orang
iv.    Cerita di mesjid Lenteng Agung; maghrib tidak ada imam, jadi imam, pas Isya, di dorong jamaah, “jadi imam lagi Pak haji, suaranya enakan.” Tapi tetap menjaga kehati-hatian.

4.    Anjuran yang harus dilakukan di Bulan Ramadhan

a.    Memberi santunan; infak/shadaqoh
b.    Semiskin apapun harus berusaha untuk bershadaqoh di bulan Ramadhan; complain sahabat bahwa tidak semua orang diberi anugerah kekayaan. Ciri takwa; merasa lebih bahagia ketika member disbanding menerima
{وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى (17) الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى (18)} [الليل: 17، 18] Memberikan seluruh harta, bukan hanya sebagian,   (ينظر الله إلى تنافس عبده)
c.    Yang memberi santunan kepada orang yang berpuasa mendapat ampunan dan  pahala sebanyak orang yang berpuasa yang ia santuni. Yang miskin bagaimana? Tetap harus, walau seteguk air, walau setengah kurma, walau sesendok susu.
d.    Nilai pengorbanan dalam berinfak. Yang punya 100 juta infak 1 juta, dibandingkan dengan yang punya 1 juta infak 50.000, nilai pengorbanannya dalam berinfak lebih besar yang punya 1 juta.  ({ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ} [الحج: 37])
e.    Dulu banyak aktivis mengumpulkan dan menyalurkan bantuan dari timur tengah, untuk ifthor, qurban dll. Sekarang levelnya harus naik, jangan Cuma menyalurkan tapi memberikan bantuan.
f.    I’tikaf; Sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rosululloh Saw dan istri-istri beliau. Tapi sering ditinggalkan oleh mayoritas ummatnya. Padahal seharusnya dilakukan bersama-sama.  ({وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ} [البقرة: 187])   “Kalian rame-rame I’tikaf di Mesjid”.
g.    Ikhwah; berbaur di masyarakat, jangan bikin acara khusus ikhwah nanti menjadi acara minoritas, tapi masuk melebur ke masyarakat, ikut jadi panitia, yang jadi pengurus dukung kebijakan yang baik. Bawa masyarakat untuk mengikuti arus kebaikan, bukan sebaliknya kita terbawa arus di masyarakat.
h.    Membaurlah dengan masyarakat, mewarnai masyarakat.
i.    Orang kaya bukan aktifis, kekayaan itu ada di masyarakat, sentuh agar tersentuh, berdayakan!

5.    Fenomena yang terjadi dan upaya penyadaran

a.    Puasa dan tarawih selama sebulan, bukan hanya sepekan. Tapi beberapa hari berjalan tarawih mulai berkurang.
b.    Menjelang maghrib; ngabuburit, nungguin maghrib; main catur, nyari angin. Malah bisa masuk angin.
c.    Selama Ramadhan begitu-begitu saja, tidak ada peningkatan kualitas sama sekali.
d.    Bulan Musiman; hanya beribadah selama Ramadhan, Ramadhan selesai ibadah pun selesai, hanya bertakwa selama satu bulan, setelah itu kembali ke posisi semula. Hanya menjadi manusia Ramadhani (hanya sebulan) padahal seharusnya menjadi manusia Robbani (sepanjang hidup)
e.    Nonton sinetron, mancing, dan hal-hal yang kurang bermanfaat
f.    Fenomena puasa materialistis; padahal puasa adalah konsep penyucian jiwa untuk melepaskan diri dari sifat/sikap materialistis konsumeris menjadi spiritualis. Tapi dirusak dan diseting agar kita terbawa arus; sudah ganti kulkas, beli baju baru padahal puasa belum mulai (Tenabang penuh sesak), pemuda disini sudah booking bus untuk tamasya lebaran.
i.    Penyebabnya; umumnya kita belum menyiapkan diri untuk ibadah Ramadhan.
ii.    Faktanya; lebih menyiapkan untuk lebaran dibanding menyiapkan untuk Ramadhan
g.    Fenomena anak-anak berpuasa; semua untuk lebaran. Logika mereka; hitung mundur tanggal 1 Ramadhan;  lebaran tinggal 29 hari lagi, lebaran yang dipikirkan, buka ramadhan
h.    Fenomena mudik; Rosululloh tidak pernah mudik, jika pun pulang ke Mekah saat umrotulqodho dan hajul wada, bukan dalam momen mudik.
i.    Pengeluaran mudik , kue dan pakaian lebaran mengalahkan jumlah infak dan shodaqoh.
j.    Iman kita naik turun, lebih sering turunnya. Maka perlu untuk menyiapkan diri saat memasuki bulan Ramadhan
k.    Jangan menunggu kaya, nanti kaya gitu saja!
l.    Jangan biarkan ramadhan lewat begitu saja!

 

Kiriman DPC Gunungsindur

About Aden Rama

Check Also

cada7-2

Ketua DPC SeCada 7 Sah Di Lantik

Cabang Dakwah (Cada) 7 PKS Kabupaten Bogor, memulai gebrakannya. Cada 7 yang merupakan pemekaran dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *