Home / Artikel / PKS Rayakan Milad di Kantor Radar Bogor
radarbogor

PKS Rayakan Milad di Kantor Radar Bogor

radarBogor – Ada yang unik dalam peringatan hari lahir (Milad) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bogor. Jajaran fungsionaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bogor merayakan Milad PKS ke-18 di Gedung Graha Pena, Markas Harian Radar Bogor, Selasa (2/5) malam.

Dipimpin Ketua Umum DPD PKS  Kabupaten Bogor, Agus Salim, rombongan disambut hangat Direktur Utama Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu dan Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Nihrawati AS dan jajaran redaksi. Ikut hadir, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno dan anggota DPRD lainnya, Sadari Mintarja.

Menurut Agus, kunjungan ini merupakan bentuk tali kasih PKS untuk teman-teman media khususnya di Radar Bogor. Media massa memiliki peran yang sangat penting dalam menjembatani komunikasi partai politik dengan konstituennya.

“Kami berterimakasih pada teman-teman pers yang membuat komunikasi dengan masyarakat jadi lebih mudah. Kami juga bisa lebih mawas diri dengan masukan dan kritik membangun melalui media massa,” ujar Agus.

Sementara itu Hazairin menyampaikan sejumlah masukan dan kritiknya untuk PKS. Menurut mantan anggota Dewan Pengawas TVRI itu, Kabupaten Bogor dengan 5 juta lebih penduduk memiliki kompleksitas yang tinggi. PKS harus berkontribusi bagi suksesnya kepemimpinan di Kabupaten Bogor saat ini.

Tidak mungkin Bupati bisa sukses memajukan Bogor dengan bekerja sendirian. PKS sebagai entitas politik harus ikut menyukseskan program yang pro rakyat, baik dalam bentuk dukungan konstruktif maupun mengawasi kinerjanya agar tidak menyimpang.

“Jika PKS berbuat yang terbaik untuk rakyat, maka Anda akan mendapat simpati dari rakyat,” ujar Hazairin.

Partai harus menjadi kanal bagi lahirnya pemimpin yang berkualitas. PKS harus melahirkan pemimpin dari kalangan kader, jangan justru mencari pemimpin dari luar. Sejak awal, PKS harus menyiapkan calon-calon Bupati, Wakil Bupati, atau level kepemimpinan lainya. Calon-calon tersebut harus teruji di masyarakat, mampu memberikan solusi bagi persoalan-persoalan publik.

“Idealisme tidak mungkin hidup sendiri dan menjadi menara gading.  Idealisme harus nyambung dengan realitas yang ada, baik realitas sosial maupun politik,” tegas pria berkacamata itu.

Menanggapi pertanyaan Sadari mengenai budaya pragmatis di sebagian masyarakat Bogor, lelaki asal Sulawesi Selatan itu mengingatkan PKS untuk memperkuat hubungan dengan rakyat dengan terus melakukan silaturahim dengan seluruh komponen masyarakat. Partai Politik seharusnya tidak justru menumbuh suburkan budaya pragmatis tersebut.

Parpol atau politisi itu jangan datang kepada rakyat saat mau pemilu saja. Ini yang membuat masyarakat bersikap pragmatis yang memang menjadi realitas sosial masyarakat saat ini. Oleh karena itu silaturahim harus diperkuat agar tidak larut dalam bentuk pragmatis politik, ujarnya.

About Setia Lesmana

Check Also

IMG-20170515-WA0087

Puasa, Tinggalkan Perbuatan yang Tidak Berguna

Esensi puasa adalah meninggalkan perbuatan yang tidak berguna. Demikian dikatakan Ustadz Aji Asyhari dalam ceramahnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *