Home / Artikel / Menikmati Kemah Bakti Nusantara (Sebuah Kisah)
kembara-2016-kisah

Menikmati Kemah Bakti Nusantara (Sebuah Kisah)

kembara-2016-kisah

Membincang kegiatan berkemah memang tidak kenal usia. Sewaktu kecil maupun kini usia beranjak senja tetap menarik. Ada banyak hal yang bisa dinikmati selama mengikuti setiap perkemahan. Apalagi kegiatan tersebut berhubungan dengan pembangunan kualitas mental dan fisik.

Lalu apa saja yang bisa dinikmati dari kegiatan tersebut. Tidak perlu muluk-muluk, hal-hal kecil yang jarang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan bisa jadi kemewahan saat berkemah. Bagaimana cara tidur, makan, berbagi, bersih diri atau sekadar kegiatan baris berbaris, semuanya bisa menjadi hal yang istimewa.

Tanpa gawai
Ketergantungan kita terhadap gawai begitu tinggi, sehingga begitu panitia mengumumkan agar semua gawai dikumpulkan merupakan berkah. Apa jadinya jika kegiatan menikmati alam hanya diisi dengan berswafoto atau sibuk menjawab sosial media yang tiada habisnya. Konsentrasi untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat akan banyak terganggu. Rasanya para peserta terbebas dari godaan gawai yang menghanyutkan.

Dan itu hanya bisa dilakukan oleh panitia. Bahkan istri di rumah pun tak bisa memaksa untuk barang beberapa detik menyingkirkan gawai dari tangan kita. Jadilah beberapa hari terbebas dari hiruk pikuk dunia maya yang selalu ramai.

Kudapan
Makanan ketika berkemah menjadi hal yang paling kita pikirkan. Selain lokasinya jauh dari warung, jadwal kegiatan yang padat tidak memungkinkan membawa seabrek peralatan memasak. Apalagi lokasi untuk membangun tenda selalu berpindah-pindah. Belum lagi bahan-bahan yang akan dimasak tidak bisa dengan mudah kita dapatkan atau bawa dari rumah.

Cara yang paling mudah adalah menghemat bahan makanan atau lebih ringan lagi dengan survival. Namun apakah bisa survival dalam waktu yang lama, atau kegiatan fisik yang banyak membutuhkan energi. Itulah tantangannya, bagaimana badan tetap fit tetapi sumber makanan terbatas. Panitia memilih untuk mengumpulkan semua makanan peserta kemudian semua perbekalan makanan peserta tidak boleh ada yang tersisa. Dengan demikian pilihan survival menjadi keharusan.

Bagaimana mungkin akan melakukan kegiatan bertahan hidup tanpa makanan sementara dalam tas ransel berjibun aneka jenis camilan. Godaannya akan makin dahsyat, sebab itu tas ransel yang hanya berisi pakaian dan peralatan mandi lebih meringankan beban dalam menjalankan laku “puasa” ini. Nikmatnya begitu disuguhi lima buah biji korma rasanya enak bukan main. Apalagi jika ada koriman sebungkus makanan dari panitia untuk makan berbelas orang dengan lauk sepotong ikan asin. Hmmm harum wangi ikan asin bisa bertahan berjam-jam ditangan.

Tidur
Orang bisa menhan makan beberapa saat. Tapi urusan tidur mana bisa tahan berlama-lama. Anehnya, ketika mengikuti kegiatan berkemah seperti ini, urusan tidur ternyata mudah-mudah saja. Tinggal gelas matras di bawah pohon langsung bisa melayang ke alam mimpi. Mendengkur hingga terdengar kemana-mana. Atau satu tenda kecil bisa berbelas orang meringkuk di dalamnya. Persis seperti ikan dalam kaleng.

Bangun tidur rasanya cukup kenyang, padahal waktu tidur hanya sebentar. Mutu tidur memang bukan ditentukan oleh fasilitas yang ada tetapi terkadang karena susana yang terbentuk. Bayangkan di waktu-waktu yang kritis sekalipun bisa tetap terlelap. Misalnya saat berbaris atau saat mengantri, prosesi tidur tetap menyergap senyap lalu les, pulas. Apakah bisa tidur sambil berdiri, penulis hampir terjatuh dari tidur berdiri beberapa kali. Dan itu nikmat bukan main. Meminjam istilah Ustadz Agus Salim, itu tidur yang dirahmati.

Tentu masih banyak kenikmatan yang lebih besar dan lebih indah lagi tetapi biasanya dari kenikmatan yang kecilah bisa langsung dirasakan. Bukankah jika bersyukur akan nikmat yang Allah berikan sekecil apapun, Allah akan tambah lagi nikmatnya? Berkemah nuansa ukhuwah dan dakwah itu nikmat, dunia akhirat.

Cibinong, 13 Desember 2016
Eka Wardana

*) salut dan terima kasih kepada panitia Kemah Bakti Nusantara. DPD PKS KAB BOGOR.

About saeful pks

Check Also

rakor-cada-v

Cada V Gelar Rakor Dan Perkuat Silaturahim

Cabang Dakwah ( Cada ) V, PKS Kabupaten Bogor, Sabtu (8/10/2016) menggelar Rapat Kordinasi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *